Menurut dr. Tri Rahayu SpM, dari RSCM, Jakarta, bila ingin mengenakan
lensa kontak, bahkan lensa kontak untuk keperluan fashion, periksakan
dulu kondisi mata pada dokter spesialis mata. Kemudian cek lagi mata
Anda seminggu setelah mengenakan lensa kontak. Kalau tak ada keluhan,
kontrol lagi ke dokter mata pada sebulan, enam bulan, dan setahun
kemudian setelah pemakaian lensa kontak.
Pertimbangkan beberapa
faktor dalam memilih lensa kontak, seperti kondisi kesehatan mata Anda.
Misalnya, memiliki masalah penglihatan atau normal, punya masalah alergi
atau tidak. Pertimbangkan pula faktor usia, karena pada usia 40-an mata
Anda mungkin perlu bantuan kacamata plus. Amati juga perilaku Anda soal
perawatan produk serta faktor kenyamanan. Hal-hal tersebut, ditambah
saran dari dokter mata, akan sangat membantu Anda mendapatkan pilihan
lensa kontak yang paling cocok untuk kebutuhan Anda.
Menurut dr.
Tri, lensa kontak merupakan alat bantu untuk penglihatan. Namun,
penglihatan yang sempurna membutuhkan kornea yang sehat. Dan untuk itu,
kornea membutuhkan asupan oksigen yang tinggi. Ketika kornea tidak
mendapatkan oksigen yang cukup, gejalanya tidak dirasakan secara
langsung oleh pengguna lensa kontak, melainkan hanya dapat diketahui
melalui pemeriksaan dokter mata. Salah satu masalah yang cukup sering
terjadi akibat pemakaian lensa kontak yang kurang terkontrol yaitu
gejala kekurangan oksigen pada mata.
Gejala berat mata
kekurangan oksigen yang dapat dirasakan pengguna lensa kontak adalah
perih pada mata, silau (tidak tahan cahaya), dan buram karena kornea
mata mengeruh atau membengkak. “Bila gejala ini berlangsung
terus-menerus, kornea mata makin lama makin mudah mengalami infeksi.
Mereka yang menggunakan lensa kontak dan bekerja lama di depan layar
komputer, ruangan kering ber-AC, atau terpapar asap, sangat rentan
mengalami kekurangan oksigen di mata. Penyebab utama kekurangan oksigen
adalah penggunaan lensa kontak yang tingkat oksigennya rendah.“
Masalah
lain yang bisa dialami pemakai lensa kontak akibat penggunaan lensa
kontak atau pembersih yang keliru adalah pembengkakan di mata atau
kelopak mata, mata yang memerah, meradang atau berair, mata kering,
lensa kontak bergeser-geser dari posisinya, infeksi, terjadi gangguan
penglihatan, dan reaksi alergi. Gampang-gampang sulit memakai lensa
kontak? Ya. Tapi, jangan khawatir, masalah-masalah tersebut bisa Anda
hindari dengan penggunaan lensa kontak secara bijak. (f)
Jumat, 23 Agustus 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)












0 komentar:
Posting Komentar